Membangun Jaringan Menggunakan Routing EIGRP"Packet Tracer"

Edit Posted by with No comments
Haii.teman teman Jumpa lagi dengan saya  di materi Cisco packet tracer,ini minggu terakhir saya untuk posting tentang Simulator ini,karena minggu depan udah lain topik ,kalau ada sela waktu lagi saya akan posting tentang packet tracer lagi.okee tenang aja....
Capcuss .. Ke Routing EIGRP

1.Pengertian

Network - Pengertian EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol, terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain.

routing protocol ini hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain.Digunakan pada jaringan komputer untuk mengotomatisasi routing yang keputusan dan konfigurasi. Protokol ini dirancang oleh Cisco Systems sebagai protokol proprietary, hanya tersedia pada router Cisco. Fungsi parsial dari EIGRP dikonversi menjadi sebuah standar terbuka pada tahun 2013 dan diterbitkan dengan statusnya informasi sebagai RFC 7868 pada tahun 2016.
EIGRP digunakan pada router untuk berbagi rute dengan router lain dalam sama sistem otonom . Tidak seperti protokol routing lain terkenal, seperti RIP , EIGRP hanya mengirim update inkremental, mengurangi beban kerja pada router dan jumlah data yang perlu dikirimkan.



EIGRP mendukung fitur berikut: 

  • Dukungan untuk Classless Inter-Domain Routing (CIDR) dan variabel panjang subnet masking. Rute tidak diringkas pada batas jaringan classful kecuali Ringkasan auto diaktifkan.
  • Dukungan untuk load balancing link paralel antara situs.
  • Kemampuan untuk menggunakan password otentikasi yang berbeda pada waktu yang berbeda.
  • MD5 otentikasi antara dua router.
  • Mengirimkan perubahan topologi, daripada mengirim seluruh tabel routing ketika rute berubah.
  • Berkala memeriksa apakah sebuah rute yang tersedia dan merambat perubahan routing untuk router tetangga jika ada perubahan yang terjadi.
  • Berjalan terpisah routing yang proses untuk Internet Protocol (IP), IPv6 , IPX dan AppleTalk melalui penggunaan modul protokol-dependent (PDM).
  • Kompatibilitas mundur dengan protokol IGRP routing. 

2.Latar Belakang
 Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan Routing ke jaringan lain,maka saya menggunakan routing protokol EIGRP yang menggantikan routing IGRP.Sebenernya Routing EIGRP lebih mudah konfigurasinya daripada IGRP maka dari itu saya ingin eksperimen dalam mengembangkan jaringan berbasis Routing Protokol Dinamis ini.

3.Maksud dan Tujuan
 Menggabungkan network yang berbeda dengan cara :
  • Memilih jalur/route untuk mencapai suatu network dengan ongkos paling rendah, dan bebas looping.
  • AD (advertised distance), menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari neighbor, merupakan ongkos (metric) antara router next-hop dengan network destination.
  • FD (feasible distance), menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari router, merupakan ongkos (metric) antara router dengan router next-hop ditambah dengan AD dari router next-hop.
4.Alat yang Dipersiapkan
 Cisco Packet Tracer yang sudah diinatal pada Komputer atau Laptop

5.Langkah-langkah

Perhatikan Gambar Topologi dibawah ini
Alat yang dibutuhkan adalah 3 router-pt,4 pc,2 switch.
kemudian kabel straight(warna hitam) dan serial (warna merah)


Langkah pertama isi dulu alamat ip dar keempat PC seperti gambar diatas,dan gateway nya untuk sebelah kanan 192.168.2.0 dan sebelah kiri 192.168.1.0

kemudian kita akan lakukan pengisian alamat ip dari ketiga router


R0

Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s0/0/0
Router(config-if)#ip add 10.10.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s0/0/1
Router(config-if)#ip add 10.10.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#

R1
Router>en
Router#
Router#conf t
Router(config)#int fa 0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int s0/0/0
Router(config-if)#ip add 10.10.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int se 0/0/1
Router(config-if)#ip add 10.10.2.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#

R2

Router(config-if)#no interface Serial0/0/0
Router(config)#interface Serial0/0/0
Router(config-if)#ip add 10.10.3.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)ex
Router(config)#int se0/0/1
Router(config-if)#ip add 10.10.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex




Kemudian konfigurasi EIGRP

R0


Router#conf t
Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 192.168.1.0
Router(config-router)#net 10.10.1.0
Router(config-router)#net 10.10.3.0
Router(config-router)#ex
Router(config)#

R1
Router(config)#
Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 10.10.1.0
Router(config-router)#net 10.10.2.0
Router(config-router)#net 192.168.2.0
Router(config-router)#ex
Router(config)#


R2 tambah net 10.10.2.0 10.10.3.0

Router(config)#router eigrp 10
Router(config-router)#net 192.168.1.0
Router(config-router)#net 192.168.2.0
Router(config-router)#net 10.10.1.0
Router(config-router)#net 10.10.2.0
Router(config-router)#net 10.10.3.0
Router(config-router)#ex


Berikut hasil Test dari device yang networknya berbeda




6.Kesimpulan dan Hasil
Jadi Routing EIGRP itu mudah tetapi jika kasus topologinya berbeda,maka kita harus bisa menyesuaikan router manakah yang kita konfigurasi EIGRP sesuai kebutuhan kita.
7.refere
  • http://santekno.blogspot.co.id/2013/01/eigrp-enhanced-interior-gateway-routing.html#popup
  • https://mazangky.wordpress.com/2011/05/06/sekilas-tentang-eigrp-enhanced-interior-gateway-routing-protocol/

Membangun Jaringan VPN Sederhana dengan AAA Server "Packet Tracer"

Edit Posted by with 2 comments
Assalamualaikum..
teman-teman kali ini saya akan bagi-bagi ilmu tentang Membuat simulasi jaringan sederhana berbasis VPN menggunakan AAA server,pada penasaran semua kan?? ayoo praktekkan!!!

1.Latar Belakang
Karena begitu banyak perusahan berbeda yang saling ingin berkomunikasi dan ingin data yang saling ditukar itu aman dan tidak sampai ke tangan pihak yang tidak diinginkan ,maka diciptakan Virtual Privat Network atau VPN .Dengan sebuah analogi, dua perusahan akan menggunakan Jaringan yang aslinya dapat terjangkau dan bisa dikatakan jaringan Public, dan jika dimanfaatkan, seakan akan mereka mempunyai jaringan pribadi.Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan mengenai VPN dan AAA server......
2.Pengertian
 Server AAA (Authentication, Authorization, Accounting)
Adalah sebutan yang menyatakan sebuah proses yang mencakup autentifikasi, otorisasi dan pencatatan yang digunakan oleh penyedia layanan telekomunikasi dan jasa internet untuk mengenakan biaya pada pelanggan.


  • Autentikasi digunakan untuk mengenali pengguna yang memasuki system.
  • Otorisasi adalah untuk memberikan wewenang bagi pengguna untuk mengakses resource pada system.
  • Accounting digunakan untuk mencatat berapa banyak resource yang dipakai dan memberitahukan berapa biaya yang harus dibayar oleh pengguna
3.Maksud dan Tujuan
Menggabungkan Jaringan VPN dan AAA server dalam rangka meningkatkan keamanan sebuah data penting pada sebuah perusahan,serta mengadakan penyediaan layanan telekomunikasi yang kompleks.
4.Alat yang dipersiapkan
Cisco Packet Tracer yang sudah diinstal pada komputer atau laptop 
5.Langkah Langkah

 Pertama kita siapkan Satu server,dengan drag server ke area kerja lalu double klik server lalu ganti display name dengan AAA server sebagai identitas server

Lalu pindah ke Desktop>IP Configuration dan isi alamat ip ,subnet mask,dan gateway seperti gambar di bawah








 Selanjutnya ke tab service >DHCP ,pilih On pada service,lalu isi alamat ip dan subnet mask nya,lalu klik save


 Kemudian pindah ke fitur AAA,pilih on pada service,isi client name,secret,client ip.Lalu klik save
 Kemudian isi username da password,lalu klik add
 Kemudian selanjutnya tambah satu router ,lalu klik kana router >pilih mode cli lalu ketik perintah baris demi baris.Karena perintah  konfigurasinya lumayan panjang.

catatan:bagi yang belum mahir menggunakan mode CLI maka pelan pelan dalam mengetik,karena salah ketik satudigit saja akan menyebabkan kesalahan konfigurasi.


Untuk R0
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname router
router(config)#aaa new-model
router(config)#aaa authentication login VPNAUTH group radius local
router(config)#aaa authorization network VPNAUTH local
router(config)#crypto isakmp policy 10
router(config-isakmp)#encr aes 256
router(config-isakmp)#authentication pre-share
router(config-isakmp)#group 2
router(config-isakmp)#exit
router(config)#crypto isakmp client configuration group ciscogroup
router(config-isakmp-group)#key ciscogroub
router(config-isakmp-group)#pool VPNCLIENTS
router(config-isakmp-group)#netmask 255.255.255.0
router(config-isakmp-group)#exit
router(config)#crypto ipsec transform-set mytrans esp-3des esp-sha-hmac
router(config)#crypto dynamic-map mymap 10
router(config-crypto-map)#set transform-set mytrans
router(config-crypto-map)#reverse-route
router(config-crypto-map)#exit
router(config)#crypto map mymap client authentication list VPNAUTH
router(config)#crypto map mymap isakmp authorization list VPNAUTH
router(config)#crypto map mymap client configuration address respond
router(config)#crypto map mymap 10 ipsec-isakmp dynamic mymap
router(config)#ip ssh version 1
router(config)#spanning-tree mode pvst
router(config)#int fa 0/0
router(config-if)#ip add 10.3.0.1 255.255.255.0
router(config-if)#duplex auto
router(config-if)#speed auto
router(config-if)#crypto map mymap
router(config-if)#no sh
router(config-if)#ex

router(config)#int fa 0/1
router(config-if)#ip add 10.2.0.1 255.255.255.0
router(config-if)#duplex auto
router(config-if)#speed auto
router(config-if)#no sh
router(config-if)#exit
router(config)#int vlan1
router(config-if)#no ip add
router(config-if)#sh
router(config-if)#ex
router(config)#ip local pool VPNCLIENTS 10.1.1.100 10.1.1.200
router(config)#ip cef
router(config)#ip route 10.0.0.0 255.255.255.0 10.3.0.2
router(config)#radius-server host 10.2.0.2 auth-port 1645 key cisco
router(config)#exit
router#



Jika sudah selesai mulai Ping ke amalat itu sendiri jika hasil nya Pentung, maka
sudah terhubung ke server,

Ingat ! selesai konfigurasi jangan lupa simpan konfigurasi dengan ketik perintah
#write memory
jika ingin melihat hasil konfigurasi , maka ketik perintah
#sh run
router#ping 10.2.0.2




Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.2.0.2, timeout is 2 seconds:
.!!!!
Success rate is 80 percent (4/5), round-trip min/avg/max = 0/0/1 ms




router#

 ini hasil dari konfigurasi router0
 kemudian tambah satu router lagi dan ketik perintahnya seperti dibawah ini

Untuk R1


Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname router
router(config)#ip ssh version 1
router(config)#spanning-tree mode pvst

router(config)#int fa 0/0
router(config-if)#ip add 10.3.0.2 255.255.255.0
router(config-if)#duplex auto
router(config-if)#speed auto
router(config-if)#no sh
router(config-if)#exit

router(config)#int fa 0/1
router(config-if)#ip add 10.0.0.1 255.255.255.0
router(config-if)#duplex auto
router(config-if)#speed auto
router(config-if)#no sh
router(config-if)#ex

router(config)#int vlan 1
router(config-if)#no ip add
router(config-if)#sh
router(config-if)#ex
router(config)#ip classless
router(config)#ip cef
router(config)#ip route 10.2.0.0 255.255.255.0 10.3.0.1
router(config)#ip route 10.1.0.0 255.255.255.0 10.3.0.1
router(config)#ip route 10.1.1.0 255.255.255.0 10.3.0.1
router(config)#ex
router#

 Kemudian coba ping .....
dan hasilnya seperti di bawah ini

 Kemudian tambah 3 device lagi yaitu satu switch da dua pc ,lalu hubungkan dengan kabel crossover untuk router ke switch,dan straight untuk switch ke pc
 kemudian tambahkan alamat ip,subnet mask,dan gateway nya seperti di bawah ini



kemudian pc1

Kalau udah selesai maka cobalah ping dari pc ke server. pc1>Desktop>Ip Configuration

6.Hasil dan Kesimpulan
Setelah saya praktekkan ternyata berhasil,dengan adanya VPN akses perusahaan satu ke yang lainya menjadi lebih aman dan lebih berkembang karena ditambah dengan DHCP untuk menunjang layanan Berkomunikasi.
7.Referensi
  • VPN-Serderhana-dengan-CISCO-Packet-Tracer.pdf
  • Wikipedia

Desain Jaringan dengan Kombinasi Konfigurasi Routing OSPF dan BGP

Edit Posted by with No comments

Assalamualaikum teman-teman....

Setelah kita belajar tentang routing  OSPF di post saya sebelumnya , materi yang cocok untuk kita pelajari selanjutnya adalah Mengkombinasikan routing OSPF dan BGP ,materi ini saya dapat dari pemateri Diklat Guru IT Bisa yang dilaksanakan empat hari berturut-turut ini.

1.Latar Belakang

Pada dasarnya Bila kita menggabungkan dua konfigurasi tersebut, hal yang kita dapat adalah bahwa kedua routing tersebut dapat saling megurangi kedua kekurangan .Seperti OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain,  masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.Oleh karena itu saya akan bereksperimen untuk menambahkan routing BGP dan mengembangkannya pada postingan kali ini.Tapi ngomong-ngomong apa sih BGP itu?????

2.Pengertian

BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang 
digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)

3.Maksud dan Tujuan 

Untuk Merubah Jaringan Internal agar dapat menjadi Jaringan umum atau public

4.Alat yang dipersiapkan

Cisco Packet Tracer yang sudah diinstall di laptop atau komputer

5.Langkah Langkah

Pada tahap ini kita konsentrasi dulu pada langkah konfigurasi ,dan cermati setiap langkahnya karena kalau tidak,jika ada kesalahan maka kita juga harus teliti untuk mencari sumber kesalahannya.oke deeeh.Langsung saja cermati dulu gambar dibawah..






 Gambar samping merupakan ilustrasi dari wilayah provinsi Jawa Timur yang saya beri disain jaringan menggunakan konfigurasi routing OSPF dan BGP.Pada gambar tersebut terdapat 10 router yaitu yang saya beri nama R1 sampai R10.Kita harus konfigurasi OSPF terlebih dahulu yang berada pada R3 sampai R10,untuk R1 dan R2 digunakan dalam konfigurasi BGP.
Untuk yang kabel warna merah yaitu kabel Serial yang menghubungkan R1 dan R2 sebagai tempat konfigurasi BGP


Pertama Kita kasih alamat loop sama ip nya dulu.Kerjakan sesuai Urutan Dibawah ya....
_________________________________________________________________________________
R1

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface ethernet0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface serial0/1/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
___________________________________________________________________________________
R2

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.6.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface ethernet0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface serial0/1/0
Router(config-if)#ip address 172.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex

___________________________________________________________________________________
R3

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 3.3.3.3 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex

___________________________________________________________________________________
R4
Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 4.4.4.4 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
___________________________________________________________________________________
R5

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 5.5.5.5 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex

___________________________________________________________________________________
R6

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 6.6.6.6 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.4.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex

____________________________________________________________________________________
R7

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 7.7.7.7 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.7.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.5.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
____________________________________________________________________________________
R8

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 8.8.8.8 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.8.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.6.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
____________________________________________________________________________________
R9

Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface loopback 0
Router(config-if)#ip address 9.9.9.9 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.7.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
____________________________________________________________________________________
R10

Router>en
Router#conf t
Router(confconfigig)#interface loopback 0
Router(-if)#ip address 10.10.10.10 255.255.255.255
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.8.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
___________________________________________________________________________________
Setelah itu konfigurasi Routing OSPF

R3
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 3.3.3.3 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R4
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 4.4.4.4 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R5
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 5.5.5.5 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R6
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 6.6.6.6 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R9
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 9.9.9.9 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R10
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.10.10.10 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R7
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 7.7.7.7 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

R8
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 8.8.8.8 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex


Lalu yang terakhir adalah Konfigurasi  Routing BGP
___________________________________________________________________________________
R1

Router(config)#router bgp 65100
Router(config-router)#redistribute ospf 10
Router(config-router)#neighbor 172.168.1.2 remote-as 65200
Router(config-router)#network 172.168.1.0 mask 255.255.255.0
Router(config-router)#ex
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#redistribute bgp 65100 subnets tag 65100
Router(config-router)#network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex

___________________________________________________________________________________
R2

Router(config)#router bgp 65100
Router(config-router)#redistribute ospf 10
Router(config-router)#neighbor 172.168.1.2 remote-as 65200
Router(config-router)#network 172.168.1.0 mask 255.255.255.0
Router(config-router)#ex
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#redistribute bgp 65100 subnets tag 65100
Router(config-router)#network 1.1.1.1 0.0.0.0 area 0
Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex


6.Kesimpulan dan Hasil

Jadi Mengkonfigurasi OSPF dan BGP itu sangat mudah jika kita teliti dalam mengerjakannya,jika kita tidak teliti,kesalahan sati digit saja akan menimbulkan kesalahan yang fatal.

7.Referensi
  • http://herliandiserli.blogspot.co.id/2012/04/kelebihan-dan-kekurangan-rip-igrp-ospf.html

Belajar Konfigurasi Routing Information Protocol Dengan Cisco Packet Tracer student

Edit Posted by with No comments


1.Latar Belakang

Karena saya sudah melakukan konfigurasi DHCP,DNS,HTTP pada kelas IP yang sama dan sekarang dalam mengkonfigurasi routing pada Kelas network yang berbeda ternyata tidak bisa, maka dari itu saya mencari refrensi dan akhirnya harus menggunakan konfigurasi RIP (Routing Information Protocol)

2.Pengertian RIP

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

3.Maksud Dan Tujuan

Tujuan saya ada mempraktekan Konfigurasi RIP dan Memberi infomasi kepada yang belum pernah mencoba konfigurasi ini.

4.Alat yang Diperlukan

Cisco Packet Tracer student yang sudah diinstal di komputer

5.Langkah Langkah

Buka Cisco Packet Tracer Student lalu buat topologi star serperti ini ,lalu kofigurasi DHCP server pada
  • network 172.168.1.0 dengan gateway 172.168.1.6
  • network 192.168.1.0 dengan gateway 192.168.1.7.Lihat gambar di bawah ini

 setelah itu kita konfigurasi router.klih kanan router0>config>RIP.lihat gambar diawah
 lalu isi kedua alamat network tadi>add
 hasilnya akan seperti ini ,jika inign menghapus tingal kita tekan remove
 lalu pindah Ke fa0/0 Dengan Gateway dari network 172.168.1.0 yaitu 172.168.1.6.lalu klik on port status
 begitu juag denagn fa 1/0 ,isi gateway dari network 192.168.1.0 yaitu 192.168.1.7,lalu klik on port status
 setelah itu lakukan test dari network 192.168.1.0 ke network 172.168.1.0.Dari PC 3 ke server0
 Jika hasilnya Successful maka kedua network sudah terhubung
 6.Hasil
Jadi Untuk menghubungkan dua atau lebih network yng berbeda kelas ip maka  kita harus melakuakan Routing Information Protocol
7.Refrensi
  • 3 EBOOK BELAJAR PACKET TRACER.pdf
  • Wikipedia

Topology Jaringan Menggunakan Routing OSPF

Edit Posted by with No comments
Assalamualaikum....Teman teman
kali ini saya akan membuat topologi yang menggunakan konfigurasi routing OSPF..

1.Latar Belakang

Dalam membuat suatu jaringan OSPF adalah protokol perutean yang banyak digunakan dalam skala menengah sampai besar karena memiliki tingkat skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan dengan routing protokol lainya
dan route yang dapat dibagi menjadi beberapa jalan. Maksudnya untuk mencapai host tujuan
dimungkinkan untuk mecapainya melalui dua atau lebih rute secara paralel.

Cara kerja OSPF adalah membangun hubungan pada suatu jaringan, sehinga router terhubung dengan router tetangga, Untuk hubungan pertama kali dikirimkan Hello Protocol (mekanisme router untuk menemukan router tetangganya). Cara kerja hello packet ini tergantung dari media yang digunakan karena tiap-tiap media memeiliki karakteristik yang berbeda.

Kita habis bahas OSPF, apa siih OSPF itu???

2.Pengertian
   
Open Shortest Path First (OSPF) adalah routing protocol untuk Internet Protocol (IP) jaringan. Ini menggunakan link state routing yang algoritma (LSR) dan jatuh ke dalam kelompok protokol routing interior, yang beroperasi dalam satu sistem otonom (AS). Hal ini didefinisikan sebagai OSPF Versi 2 di RFC 2328 (1998) untuk IPv4 . The update untuk IPv6 ditetapkan sebagai OSPF Versi 3 di RFC 5340 (2008). 
OSPF adalah mungkin yang paling banyak digunakan interior gateway protocol (IGP) di jaringan perusahaan besar. Antara Sistem untuk Menengah Sistem (IS-IS), link-state protocol routing dinamis lain, lebih sering terjadi pada jaringan penyedia layanan besar. Yang paling banyak digunakan protokol eksterior gateway adalah Border Gateway Protocol (BGP), protokol routing utama antara sistem otonom di Internet.

3.Maksud dan Tujuan

Tujuan Saya adalah mengembangkan suatu jaringan Menggunakan routing OSPF lalu menganalisa kesalahan setelah melakukan Praktek

4.Alat yang Digunakan

Cisco packet tracer yang sudah diinstal pada komputer atau laptop

5.Langkah Langkah

 Coba buat lalu perhatikan topology seperti dibawah ini ,



setelah itu beri alamat ip pada pc0 sesuai dengan pada gambar topology diatas.
pc0>desktop>ip configuration 


 kemudian pc1


 lalu pc2


setelah mengisi alamat pc0 sampai pc2,kemudian buka router0>config>fast
ethernet0/0 ,terhubung ke pc0
jangan lupa untuk centang on untuk menghidupkan port ethernet


 kemudian serial0/0/0


 setelah itu ,beralih ke router1>config> fast ethernet0/0 
terhubung ke alamat pc1


 kemudian serial 0/0/0
terhubung ke router0


 kemudian serial 0/0/1 yang terhubung ke router2


 setelah itu ,beralih ke router2>config>fastethernet0/0
terhbung ke pc2 


 lalu ke serial 0/0/1 yang terhubung ke serial 0/0/1 router1



Sekarang adalah waktunya konfigurasi router ospf pada router0
________________________________________________________________________

router ospf 1
net 192168.1.0 0.0.0.255 area 1
net 10.0.0.0 0.255.255.255 area 1
ex




lalu konfigurasi ke router1
__________________________________________________________________________________

router ospf 2
net 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
net 10.0.0.0 0.255.255.255 area 1
net 11.0.0.0 0.255.255.255 area 2
ex




Kemudian konfigurasi router2
_____________________________________________________________________________

router ospf 1
net 192.168.3.0 0.0.0.255 area2
net 11.0.0.0 0.255.255.255 area 2
ex


Setelah di konfigurasi hasilnya akan seperti dibawah ini

lalu kita coba ping dari pc2 ke pc0
hasilnya terhubung



6.Kesimpulan Dan Hasil

Kesimpulannya adalah pada saat ping dari pc2 ke pc 0 begitu juga dengan sebaliknya,itu berhasil.Tetapi pada saat ping ke pc1 tidak bisa dan saya akan melakukan analisa kembali dan akan saya jelaskan evaluasi nya pada postingan hari sabtu besok.

7.Referensi
  • http://redugm.blogspot.co.id/2011/04/ospf-open-shortes-path-first.html
  • wikipedia
  • http://uptoayuning.blogspot.co.id/2016/07/macam-macam-jenis-routing-dynamic.html