Membuat DHCP Server Pada Debian Router

Edit Posted by with No comments
Membuat DHCP Server Pada Debian Router

Assalamualaikum...
kali ini saya akan share ilmu saya tentang membuat DHCP server Pada Debian Router untuk melanjutkan rencana kerja pembuatan topologi jaringan bersama teman teman saya yang hari selasa kemarin untuk lebih jelasnya yuk kita simak bersama sama...

1.Pengertian

Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.





 Cara kerja DHCP

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.


2.Latar Belakang

 DHCP server sangat penting sekali dalam pemberian alamat ip ,apalagi pada sebuah jaringan yang sangat besar menjadikan keefisiensian dalam konfigurasinya ,DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dari nama nya saja sudah jelas kalau kita sudah tidak repot repot dalam mengasih alamat ip pasa masing masing host


3.Maksud dan Tujuan

Meneruskan rencana kerja setelah konfigurasi PPPoE client pada eth0 debian router kemudian pada eth1 akan dikonfigurasi DHC server.
Dalam hal ini saya menjelaskan bahwa DHCP server yang akan saya buat pada debian router akan dikoneksikan ke mikrotik yang sudah dijadikan switch dengan membridge semua interface yang ada pada mikrotik,lalu wlan nya di enablekan lalu kasih security untuk sebagai kemanan hotspot.


4.Jangka Waktu Kegiatan

Pagi sampai Sore

5.Alat dan Bahan
  • Debian Router
  • Mikrotik yang dikonfigurasi menjadi switch
6.Tahapan dan Langkah Kegiatan
  •  Pertama kita remote dulu debian router menggunakan ssh
  • kemudian kita install packet DHCP server dengan mengetikan perintah #apt-get install isc-dhcp-server
  •  Jika sudah elesai maka kita edit interface ang akan kita jadikan dhcp server dengan mengetikan perintah  #nano /etc/default/isc-dhcp-server
  •  kemudian edit pada INTERFACE="" menjadi INTERFACE="eth1"
  • Kemudian jika sudah selesai kita save dengan mengetikan perintah ctrl+x kemudian tekan y lalu enter
  •  Setelah itu kita konfigurasi DHCP server nya dengan mengetikan perintah #nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
  •  setelah itu dapat kita edit di bagian bawah #A slightly........... seperti gambar di bawah ini
  • subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {
      range 192.168.2.1 192.168.2.10;
      option domain-name-servers 202.134.1.10;
      option domain-name "202.134.0.155";
      option routers 192.168.2.254;
      option broadcast-address 192.168.2.255;
      default-lease-time 600;
      max-lease-time 7200;
    }
    • keterangan (alamat ip dapat diubah sesuai kebutuhan)
    • Baris 1 subnet kita kasih network id yang ada di eth1 debian router,kemudian pada netmasknya kita kasih perfix /24
    • Baris 2 range ip adalah jarak dari alamat ip berapa sampai berapa yang akan kita bagikan nanti,saya kasih alamat ip 192.168.2.1 sampai 192.168.2.10 saja sesuai kebutuhan saya
    • Baris 3 dan 4 kita kaih alamat ip DNS dari ISP
    • Baris 5 kita kasih alamat broadcast

  • Kemudian jika sudah selesai kita save dengan mengetikan perintah ctrl+x kemudian tekan y lalu enter
  •  jika sudah selesai maka bisa kita start DHCP servernya agar dapat menyewakan alamat ip nya ke client dengan menegtikan perintah #service isc-dhcp-server start
  •  utuk mengecek apakh DHCP ervernya sudah running atau sudah bisa menyewakan alamat ip maka kita ketikan perintah #servie isc-dhcp-server status
  • Karena saya menghubungkan eth1 debian router ke router mikrotik yang saya jadikan switch yang ada Wlan nya ...maka nanti client yang terhubung adalah yang terkoneksi ke Wireless mikrotik saya
  • setelah bisa terkoneksi ke Wireless ,kita coba #ifconfig untuk melihat apakah sudah mendapatkan alamat ip

7.Hasil yang Didapatkan

 Ternyata DHCP Server Pada Debian Router sudah sudah bekerja dan mendapat alamat ip yaitu 192.168.2.1 pada interface wlp2s0 yang ada di laptop saya


8.Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan bahwa DHCP server Pada Debian Router dapat bekerja apabila kita running telebih dahulu,sehingga servetersebut dapat meyewakan ip mereka kepadaclient

9.Referensi
  • https://wiki.debian.org/DHCP_Server
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Konfigurasi_Hos_Dinamik


Konfigurasi PPPoE Client Pada Debian Router

Edit Posted by with No comments
Konfigurasi PPPoE Client ada Debian Router

Assalamualaikum ...
hai teman teman ,pada kesempatan kali ini saya akan memeberikan pengalaman saya kepada kalian dalam meneruskan program kerja saya kemarin yaitu membuat PPPoE server di mikrotik,dan kali ini saya akan membuat PPPoE client nya pada debian Router.




1.Pengertian

 Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan untuk mengenkapsulasi Point-to-Point Protocol (PPP) frame dalam frame Ethernet. Hal ini digunakan terutama dengan layanan DSL di mana pengguna individu terhubung ke modem DSL over Ethernet dan di dataran jaringan Ethernet Metro. Ini dikembangkan oleh UUNET, Redback Networks dan RouterWare (sekarang Wind River Systems) dan tersedia sebagai informasi RFC 2516.
Sejarah PPPoE

Jika sebuah Jaringan Ethernet berbasis paket dan tidak memiliki konsep sambungan atau sirkuit dan juga kurangnya fitur keamanan dasar untuk melindungi terhadap konflik IP dan MAC dan jahat DHCP server. Dengan menggunakan PPPoE, pengguna hampir dapat "memanggil" dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan Ethernet, membentuk titik ke titik koneksi antara mereka dan kemudian aman transportasi paket data melalui koneksi tersebut. Hal ini terutama digunakan oleh perusahaan telepon, karena PPPoE mudah terintegrasi dengan warisan dial-up sistem AAA dan cocok dengan sempurna ke dalam tulang punggung ATM. Protokol juga memungkinkan unbundling sangat mudah DSLAMs mana yang dipersyaratkan oleh regulator, karena pengguna hanya akan menggunakan login yang berbeda ke dalam PPP, maka sirkuit ATM akan diteruskan ke pengguna ISP. Juga pra-bayar model ember lalu lintas bisnis dapat dibuat dengan PPPoE lebih mudah dibandingkan dengan DHCP atau beberapa pengguna multiplexing dengan tingkatan kecepatan yang berbeda atau QoS melalui 1 modem DSL atau dengan menciptakan login yang berbeda untuk setiap IP statis dibeli oleh pelanggan.

2.Latar Belakang

 Meneruskan pembangunan PPPoE server yang ada di mikrotik

3.Maksud dan Tujuan

 Setelah Membangun PPPoE server di mikrotik selanjutnya memebangun PPPoE Client Pada Debian Router ethernet pertama (eth0)

4.Jangka Waktu Kegiatan

Pagi sampai Sore

5.Alat dan Bahan
  • Debian Router
  • Mikrotik

6.Tahapan dan Langkah Kegiatan

  • Pertama kita install pppoeconf

    dengan mengetik perintah #apt-get instal pppoeconf



    jika muncul kalimat dibawah berarti server belum updates



    E: Could not get lock /var/lib/dpkg/lock - open (11: Resource temporarily unavailable)
    E: Unable to lock the administration directory (/var/lib/dpkg/), is another process using it?


    Solusinya seperti berikut






    search for processes.
    ps -A | grep apt-get
    then see if there any process running as apt-get
    kill that process it by using:
    sudo kill -9 <process-id> 
    for example if process id is 2345
    sudo kill -9 2345
    then run the sudo apt-get update
    Edit: If you are sure that you have no instances of dpkg or apt running and you still get the message, you can just delete the file:
    sudo rm /var/lib/apt/lists/lock
    A lock file is just a file with zero size that indicates locking of a resource.




    • Jika sudah silahkan download packet dari pppoe
     



    • kemudian extract dengan mengetikkan perintah
     
    #tar -zxvf rp-pppoe-3.10.tar.gz


    • jika udah selesai kita install ppoeconf nya
     


    #apt-get instal pppoeconf



    jika sudah berhail silahkan buka #pppoeconf


     
     
    • kemudian akan tampil gambar seperti berikut 
    • Tampilan berikut berarti lagi memindai ethernet yang akan dijadikan PPPoE client
 
  •  Jika sudah selesai maka muncul tampilan yang artina maukah kita meneruskan konfigurasi
  • pilih yes
  •  Kemudian tampilan berikutnya artinya kita ditawari apakh kita mau menggunakan dialup dari PPPoE server
  • pilih yes
  •  Jika sudah langkah selanjutnya adalah memasukan username yang kita minta dari PPPoE server
  •  Kemudian kita diminta untuk memasukan password yang kita minta dari PPPoE server
  •  Kemudian kita enter saja saat diminta untuk use peer dns dari PPPoE server
  •  Untuk langkah yang satu ini kita pilih no saja
  •  Kemudian muncul pemberitahuan kalau PPPo sudah terkonfigurasi.Dan sudah bisa kita mulai
  • pilih yes
  • Konfigurasi PPPoE client sudah selesai
  • selanjutnya bisa kita cek dengan mengetikkan perintah #ifconfig apakah sudah mendapatkan lamat ip dari PPPoE server
  • diditu sudah terdapat interface ppp0

  •  Selanjutnya agar dapat terhubung ke internet,maka kita masuk ke #nano /etc/rc.local
      •  Setelah muncul tampiln berikut,maka kita tambah satu baris iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0 -o eth0 -j MASQUERADE
  •  setelah itu kita coba pengujian ping ke interface lagi juga ping ke google.com
  •  Jik sudah berhasil terhubung maka akan muncul Dynamic PPPoE pada ip>addresses di mikrotik kita

7.Hasil yang Didapatkan
Dari praktek yang sudah dilaksanakan hasilnya debian bisa mendapatkan pppoe dari server dan bisa teroneksi ke internet asalkan sudah kit kasih iptables pada debin

8.Kesimpulan
Jadi server debian router juga bisa mendapatkan layanan PPPoE dari mikrotik,dengan cara install dulu paketnya yaitu pppoeconf karena menyakup layanan PPP dan PPPoE

9.Referensi
 
  • https://wiki.debian.org/PPPoE

  • http://www.cyberciti.biz/faq/linux-command-to-remove-virtual-interfaces-or-network-aliases/

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-point_protocol_over_Ethernet
  • http://www.ayumtcna.ml/2016/08/membuat-pppoe-server-di-mikrotik.html


Membuat PPPoE Server Di Mikrotik

Edit Posted by with No comments
Assalamualaikum ...

 Pada kesempatan kali ini karena termotivasi dengan teman teman BLC , Alhamdulillah saya jadi mempunyai gambaran tentang papa yang harus saya lakukan pada satu minggu ke depan ini

1.Latar Belakang

 Yang melatarbelakangi konsep saya hari ini adalah pada awalnya saya memperhatikan materi PPPoE client Debian Router yang dibagikan oleh teman pkl saya kemudian saya berfikir kalau saya membuat PPPoE client dari switch PPPOE Server internet maka mikrotik yang saya gunakan tidak terhubung ke internet dan tidak bisa bridge ke server teman saya 
maka dari itu Jalan keluarnya adalah saya bikin PPPoE server di mikrotik saya ,sebenernya yang ingin saya bahas adalah PPPoE server hehehe,

Untuk lebih jelasnya berikut topologi yang akan saya bangun pada satu minggu ini bersama teman temn saya

2.Pengertian

 Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) adalah protokol jaringan untuk mengenkapsulasi Point-to-Point Protocol (PPP) frame dalam frame Ethernet. Hal ini digunakan terutama dengan layanan DSL di mana pengguna individu terhubung ke modem DSL over Ethernet dan di dataran jaringan Ethernet Metro. Ini dikembangkan oleh UUNET, Redback Networks dan RouterWare (sekarang Wind River Systems) dan tersedia sebagai informasi RFC 2516.

Sejarah PPPoE


Jika sebuah Jaringan Ethernet berbasis paket dan tidak memiliki konsep sambungan atau sirkuit dan juga kurangnya fitur keamanan dasar untuk melindungi terhadap konflik IP dan MAC dan jahat DHCP server. Dengan menggunakan PPPoE, pengguna hampir dapat "memanggil" dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan Ethernet, membentuk titik ke titik koneksi antara mereka dan kemudian aman transportasi paket data melalui koneksi tersebut. Hal ini terutama digunakan oleh perusahaan telepon, karena PPPoE mudah terintegrasi dengan warisan dial-up sistem AAA dan cocok dengan sempurna ke dalam tulang punggung ATM. Protokol juga memungkinkan unbundling sangat mudah DSLAMs mana yang dipersyaratkan oleh regulator, karena pengguna hanya akan menggunakan login yang berbeda ke dalam PPP, maka sirkuit ATM akan diteruskan ke pengguna ISP. Juga pra-bayar model ember lalu lintas bisnis dapat dibuat dengan PPPoE lebih mudah dibandingkan dengan DHCP atau beberapa pengguna multiplexing dengan tingkatan kecepatan yang berbeda atau QoS melalui 1 modem DSL atau dengan menciptakan login yang berbeda untuk setiap IP statis dibeli oleh pelanggan.




3.Maksud dan Tujuan

Untuk pengamanan jaringan yang yang akan terhubung ke mikrotik

4.Alat yang dipersiapkan
  • Mikrotik
5.Tahap Pelaksaan

  • langkah pertama kita kasih alamat ip interface yang ingin kita jadikan PPPoE Server di ip>addresses
  • Disitu saya masukkan alamat ip 192.168.1.1/24 dan interface yang saya jadikan PPPoE server adalah ether3
  • kemudian apply lalu ok


  •  Kemudian supaya PPPoE client nantinya mendapat alamat ip secara otomatis maka kita bisa menambahkan pool di ip>pool
  • Disistu saya memasukan secara manual 192.168.1.2-192.168.1.254
  • Setelah itu supaya dapat terkoneksi ke internet maka kita bisa menambahkan firewall di Ip>firewall>NAT>[+]
  • kemudian muncul tampilan seperti dibawah ini pada menu general
  • pilih chain srcnat
  • kemudian isi jaringan yang akan kita jadikan PPPoE server yaitu 192.168.1.0/24
  •  Pada menu selanjutnya yaitu action kita kasih masquerade
  • kemudian apply dan ok
  • Selanjutnya kita mulai membuat PPPoE servernya di PPP>PPPoE service
  • Kemudian Servicename saya kasih pppoedlanggu
  • interfacenya ether3
  • Lalu apply dan ok
  • selanjutnya pada menu PPP Profile
  • saya tambahkan nama dlanggubisa
  • kemudian saya kaih ipnya yaitu 192.168.1.1
  • dan pool nya pool2
  • lalu pada menu queue saya kaih type default

  • selanjutnya pada menu PPP secret kita bia ngasih username sama passwordnya untuk login sebagai client pada Debian router nanti
  • kemudian klik apply lalu ok

Selesai

6.Hasil dan Kesimpulan
Gimana sangat mudah kan teman teman ,lain kali kita juga akan mencoba konfigurasi tersebut namun pada debian router,sungguh menarik kan?
kita bisa menambah user lagi teman teman ,tetapi pada pool dan profile PPP yang sama.Sekian terimakasih.Untuk rencana selanjutnya kita Konfigurasi PPPoE Client ada Debian Router

7.Referensi


  • https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-point_protocol_over_Ethernet
  • http://dodiventuraz.blogspot.co.id/2015/06/create-pppoe-server-di-mikrotik.html
     

Wireless Concept Dan Jenis Jenis Antenna

Edit Posted by with 1 comment



Assalamualaikum...

Selamat pagi teman teman kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang konsep dasar dari wireless mikrotik dan sekaligus memberikan info tentang jenis jenis dari si pemancar wireless yaitu antenna .Saya mempelajarinya dari ebook MTCNA 2012.Untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama sama..


Prtama kita bahas dulu tentang jenis jenis wireless

Wireless LAN – 802.11
  1.  802.11 – 2.4Ghz
 wireless ini biasa digunakan pada wireless mikrotik
  •  802.11-b : Wireless Lan yang menggunakan Frequency  , 2.4Ghz berkecepatan transfer data 11Mbps
  • 802.11-b/g : Wireless Lan yang menggunakan Frequency , 2.4Ghz berkecepatan transfer data 54Mbps
  • 802.11-b/g/n : Wireless Lan yang menggunakan Frequency , 2.4Ghz berkecepatan transfer data 300Mbps
      2.   802.11 – 5Ghz
 kalau wireless versi ini biasa digunakan oleh access point
  • 802.11-a/g : Wireless Lan yang menggunakan Frequency , 5Ghz berkecepatan transfer data 54Mbps
  • 802.11-a/g/n : Wireless Lan yang menggunakan Frequency , 5Ghz berkecepatan transfer data 300Mbps

 Berikut channel yang sudah ditetapkan,tujuan dibuatnya channel ini agar pada saat beberapa dibangun wireless di suatu tempat yang sama,wireless tersebut harus mempunyai channel yang berbeda sehingga tidak bertabrakkan dengan wireless lain.Sehingga koneksi tetap stabil
  • unutk angka 1 sampai 14 tersebut merupakan channel untuk access point
  • sedangkan 2412 sampai 2462 untuk wireless yang biasanya ada di mikrotik
 Kaidah dalam WirelessLAN
  1. Kaidah Wireless :
  • Tx Power – Daya Pancar signal wireless
  • Rx Sensivity – Sesitifitas Menerima signal
  • Looses – hambatan karena Kabel & Konektor
  • EIRP – Daya pancar total beserta Antenna
  • Free Space Loss (FSL) – Hambatan udara 
      2.  Kaidah Wireless Outdoor :

  • Line of Sight – Hambatan dan penghalang  
  1. Aplikasi Wireless LAN di luar ruangan harus memenuhi prinsip Line of Sight,jika tidak bisa megakibatkan jaringan putus 


      2.Ketinggian alat harus disesuaikan untuk mencapai line of sight


  • Freznel Zone – Media rambat Frequency
  • Lengkung Bumi – Penghalang WLan jarak jauh
  1. Untuk jarak yang cukup jauh, perencanaan
    ketinggian antena/tower harus
    memperhitungkan lengkung bumi.

kemudian kita simpulkan RX rate dengan signal calculation formula


 Misal ada kasus yang menggunaka RX Rate Calcuation
Contoh Kasus :
– Access Point 100 mWatt
– tanpa booster
– kabel LMR400 100 feet
– antenna grid 24 db
– frekuensi 2,4 GHz
– jarak 10 km




kemudian kita bisa browsing dengan mengetik di web browser Mikrotik Link Calculation

 Lalu kita masuk ke antena height calculation
ini berfungsi sebagai penghitung tinggi lengkung bumi,dan jarak minimum ketinggian yang nantinya akan digunakan untuk membangun tower




Setelah kita belajar tentang konsep dasarvdari wireless ,maka kita juga harus mengetahui jenis antenna yang cocok sesuai dengan kebutuhan kita nanti..

 Berikut jenis jenis antenna

1.Antena Directional dan Antena Omnidirectional
Antena directional adalah antena yang pola radiasi pancarannya terarah sehingga efektifitas pancaran radio hanya ke satu arah saja, sedangkan antena omnidirectional dapat memancarkan gelombang ke segala arah. Yang termasuk antena directional adalah antena model Yagi seperti kebanyakan yang dipakai sebagai antena penerima siaran TV. Contoh antena omnidirectional adalah antena model groundplane.
 2.. Flat Panel Antena
 fungsinya sama seperti antena grid yaitu memfokuskan ke satu titik.antena ini hanya di gunakan untuk jarak yang dekat dan tidak untuk jarak yang jauh,karena frequency nya kecil.
 Antena Flat

 3.Grid Antena
antena ini merupakan salah satu antena wifi yang populer,sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik  tertentu sesuai pemasangannya.
komponen penyusunya yaitu :
1. reflektor
2. pole
3. jumper, fungsinya menghubungkan antena dengan radio.
antena grid ada 2 macam dengan frekunsi yang berbeda yaitu 5,8 Ghz dan 2,4 Ghz
perbedaan terdapat pada pole nya.

 4.Solid Disc Antenna
Biasanya digunakan untuk aplikasi
point to point untuk jarak yang
jauh.
Mounting pada tower harus baik,
faktor angin cukup berpengaruh.
Dibutuhkan ketelitian pointing

 5.Sectoral Antenna
yaitu antenna yang bisanya digunakan unutk berbagai macam jenis access point,dan bisa kita gunakan  sebagai hotspot atau wifi
 6.Sectoral Antenna (Array)
Antena Array (antena susun) adalah antena yang terdiri dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan diatur dalam struktur yang teratur untuk membentuk menjadi satu antena.

Tujuan dari di buatnya sebuah antena array adalah untuk menghasilkan pola radiasi yang memiliki karakteristik tertentu yang diinginkan dengan beberapa  elemen menjadi satu
7. Point to Point
•  Menghubungkan 2 buah alat, biasanya menggunakan antenna
directional dan jarak yang cukup jauh
•  Kedua alat cukup menggunakan lisensi level 4 : Bridge dan
Station
•  Bisa menggunakan proprietary setting (nstream, Custom
Frequency)

 8.Point to Point (Dual Nstream)
• Masing-masing titik menggunakan 2 buah antena
dan 2 buah wireless card
• Satu link untuk transmit dan satu link untuk receive.
• Mikrotik proprietary setting

 9.Point to Multipoint
• 1 buah AP Mikrotik sebagai base
station untuk melayani CPE ( Customer-Premise Equipment ) (CPE) adalah terminal dan terkait peralatan yang terletak pada pelanggan lokasi pelanggan dan terhubung dengan carrier s ' telekomunikasi saluran (s) pada titik demarkasi ("demarc").

 10.Wireless Distribution System
(WDS)

Wireless Distribution System (WDS) adalah sebuah sistem untuk memperluas jangkauan jaringan wireless dengan menggunakan dua atau lebih Access Point. Dengan teknik WDS ini, penggunaan kabel sebagai backbone jaringan tidak dibutuhkan, sehingga lebih mudah, murah, dan efisien untuk instalasinya.
 Sekian dari penjelasan yang saya sampaikan semoga jadi referensi tambahan untuk para teman teman...
Wassalamualaikum

Referensi: Ebook MTCNA 2012